Jumat, 09 Oktober 2015

Ternak cacing modal kecil

      Berbicara mengenai  budidaya cacing tanah dimulai dengan sejarah  cacing tanah, sentra  budidaya cacing tanah, jenis-jenis cacing tanah, manfaat cacing tanah, persyaratan lokasi budidaya ternak cacing tanah,  pedoman budidaya cacing tanah, serta hama pengganggu perternakan cacing tanah.


Ternak cacing modal kecil

1. SEJARAH CACING TANAH
Cacing tanah termasuk hewan  tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama bagi masyarakat di pedesaan. Namun hewan ini mempunyai manfaat yang sangat besar bagi kehidupan  manusia.

2. SENTRA PETERNAKAN
Sentra peternakan cacing terbesar terdapat di Jawa Barat khususnya Bandung,bogor,ciamis dan sekitarnya.
Namun sekarang, peternak cacing sudah banyak yang membudidayakan di jawa tengah dan sekitarnaya.

3. JENIS CACING
Jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari familiLumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus. jenis cacing tanah yang kini banyak diternakan antara lain: Pheretima, Periony dan Lumbricus.jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan. Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih.jenis cacing ini biasanya kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. sehingga lebih baik di ternakkan sendiri. bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lainnya.

     Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 90-150 segmen.Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen 70-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.

4. MANFAAT
Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi gembur dan subur sehingga penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi maksimal.cacing tanah dapat juga digunakan sebagai:
  
 -Bahan Pakan Ternak
    Karena cacing tanah mempunyai kandungan protein yang tinggi, cacing tanah dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan dan lain lain.
 -  Bahan Baku Obat dan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
    Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam/panas, menurunkan tekanan darah tinggi, reumatik, sakit gigi dan tipes.
 -   Bahan Baku untuk Kosmetik
    Cacing bisa diolah sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik kecantikan.
   
5. LOKASI
        Tanah sebagai media  cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.   Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari daun yang gugur, kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang sudah mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna.
cacing tanah memerlukan tanah yang ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah bisa bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.

      Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah antara 15-30 %. Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon sekitar 15–25 derajat C atau . Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban memadai.

      Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar tidak terkena sinar matahari langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar matahri.

6. PEDOMAN BUDIDAYA CACING

    Penyiapan Peralatan
    Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk dan genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yang berukuran 1,5 x 20 m dengan tinggi 0,50 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding. sistem budidaya, antara lain bisa dengan rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat ataupun pancing berjajar

          persiapan Pembibitan
    Persiapan yang diperlukan dalam pembudidayaan cacing adaah menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing dan kandang untuk pelindung.

        Pemilihan Bibit Calon Indukan
        Sebaiknya dalam beternak cacing tanah digunakan bibit yang sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yang besar. Namun dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yang sudah membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan tenak.
        Apabila media pemeliharaan telah siap dan bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yang ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yang meninggalkan wadah berarti cacing tanah sudah cocok.Tapi bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti dengan yang baru.
        Reproduksi
        Cacing tanah termasukhewan yang memiliki alat kelamin jantan dan betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. Dari perkawinan sepasang cacing tanah, menghasilkan satu kokon yang berisi telur. Kokon berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-25ekor,Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yang ditandai dengan adanya gelang (klitelum) pada tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan menghasilkan 1 kokon.

     Pemeliharaan
        Pemberian Pakan cacing
        Cacing bisa diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yang di pelihara. Apabila yang ditanam 1 Kg, maka pakan yang harus diberikan harus 1 Kg. Pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yang hanya dipakai sebagai media. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah :
 
            pakan yang diberikan harus dijadikan bubuk atau bubur.
            bubur pakan ditaburkan rata di atas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar
            2-3 hari tidak ditaburi pakan.
            pakan ditutup dengan karung , atau bahan  yang tidak tembus cahaya.  

7. HAMA
Keberhasilan beternak cacing tanah tidak terlepas dari pengendalian terhadap hamacacing tanah. Beberapa hama cacing tanah antara lain: semut, kumbang,kelabang, lipan, lalat, tikus, katak,ayam, itik, ular, kutu dan lain-lain.

8. PANEN
        Panen cacing dapat dilakukan dengan mengunakan alat penerangan seperti lampu petromaks, lampu neon atau bohlam. Cacing tanah sangat sensitif terhadap cahaya sehingga mereka akan berkumpul di bagian atas media. Kemudian kita tinggal memisahkan cacing tanah itu dengan medianya. Ada cara panen yang lebih ekonomis dengan membalikan sarang.  Jika pada saat panen sudah terlihat adanya kokon (kumpulan telur), maka sarang dikembalikan pada wadah semula dan diberi pakan hingga sekitar 30 hari. Dalam jangka waktu itu, telur akan menetas. Dan cacing tanah dapat diambil untuk dipindahkan ke wadah pemeliharaan baru.       Demikian artikel  tentang ternak cacing  ini kami sampaikan,semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar