Selasa, 20 Oktober 2015

MENGENAL JENIS JENIS BURUNG MURAI BATU

Burung murai batu adalah burung peliharaan yang sangat berkelas di antara para peternak burung. Popularitas burung ini terlihat dari acara penyelenggaraan kontes burung peliharaan. Kelas burung murai batu selalu menjadi kelas paling bergengsi.
Besarnya hadiah kontes berdampak langsung pada harga burung murai batu ini. Di pasaran, seekor burung murai batu dipatok dari harga 500 ribu hingga satu juta rupiah. Apalagi bila si burung jadi langganan juara di setiap kontes. Di sini berlaku prestasi menentukan harga.

MENGENAL JENIS JENIS BURUNG MURAI BATU


Universitas Oxford pernah melakukan survei nilai perdagangan burung di Indonesia, pada tahun 2005-2008. Angkanya mencengangkan, perputaran uang dari hobi tersebut bisa mencapai 7 triliyun !
Di satu sisi, angka tersebut cukup menggembirakan. Namun dibalik angka-angka fantastis itu ada kekhawatiran lain. Semakin terancamnya keberadaan burung murai batu di alam bebas.bisa jadi kepunahan burung ini.

Habitat burung murai batu
Habitat burung murai batu tersebar mulai dari Asia bagian selatan mencakup India, Nepal, Burma dan Srilangka. Hingga ke Asia Tenggara mencakup Malaysia, Indonesia (Sunda Besar), Thailand dan Indocina.kadang dijumpai di Cina bagian selatan. Murai batu ditemukan juga di kepulauan Hawaii. Burung ini dibawa ke Hawaii dari Malaysia pada tahun 1930.
Murai batu merupakan burung teritori. Hidup di hutan-hutan dataran rendah hingga ke ketinggian 1500 meter dpl. Paling sering dijumpai pada di ketinggian 500-600 m dpl. Tempat yang paling disukainya adalah hutan tropis yang lembab, hutan sekunder dan perkebunan. Burung ini tinggal dekat permukaan tanah, biasanya di rumpun-rumpun bambu dan pohon-pohon yang pendek.
Makanan burung murai batu di alam bebas adalah serangga kecil antara lain semut, kutu, kaki seribu, cacing, dan belatung. Burung ini juga menyukai buah-buahan sejenis berry.
Pengelompokan populer

Secara umum burung murai batu yang banyak dipelihara bersumber dari Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Selain itu, ada juga yang diimpor dari Malaysia, Thailand dan Indocina.

a. Burung murai batu Sumatera

        Murai batu Medan. Berasal dari wilayah Sumatera Utara, mencakup hutan Bohorok, dan Bukit Lawang. Burung ini juga terdapat di Taman Nasional Gunung Leuser yang mencakup wilayah Aceh.
        Murai batu Lampung. Berasal dari hutan-hutan wilayah Lampung dan sekitar Gunung Krakatau. Murai batu Lampung saat ini sudah jarang ditemukan di alam bebas. Pasokan kadang datang dari Jambi dan Riau dan jual sebagai asal Lampung.
        Murai batu Nias. Berasal dari pulau Nias, sebuah pulau kecil di bawah Sumatera, secara administratif masih masuk Propinsi Sumatera Utara. Keunikan murai batu nias terletak pada bulu ekornya yang berwarna hitam. Oleh karena itu sering disebut murai batu ekor hitam (Black Tail Shama), meskipun sebenarnya murai batu ekor hitam bisa juga ditemukan di Mentawai, Sumatera Barat,dan Aceh.

b. Burung murai batu Kalimantan

        Murai batu Palangka. Berasal dari daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
        Murai batu Banjar. Tersebar di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Murai batu Banjar ini memiliki ciri ekor yang cukup panjang di banding asal Palangka .
  
c. Burung murai batu Jawa

        Murai batu jawa sering disebut Larwo . Kini keberadaannya di alam bebas sudah sangat jarang. Banyak yang mengira larwo bukan jenis murai batu. Pendapat itu salah, Larwo masih spesies Copsychus malabaricus dari subspesies javanus. Ciri-ciri khususnya batas bulu hitam pada dada jauh ke bawah mendekati perut, sosoknya kecil, dan kadang-kadang kepalanya terlihat jabrik.

d. Burung murai batu impor

        Murai batu Malaysia. Kebanyakan berasal dari daerah Kedah ataupun  Perak. Ciri yang khas burung murai batu Malaysia adalah ekornya panjang, bisa mencapai 30 cm. Mirip dengan murai batu Medan, namun badannya lebih bongsor.
        Murai atu Thailand. Berasal dari hutan-hutan perbatasan antara Thailand Selatan dan Malaysia. Ciri khas burung murai batu asal Thailand adalah bulunya yang hitam agak ke biru-biruan. Ekornya panjang menjuntai bisa mencapai 35cm.

Demkian kami sampaikan jenis jenis burung murai batu sebagai pengenalan bagi para peternak burung pemula yang ingin belajar,agar bisa di jadikan gambaran,semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar